![]() |
| Sumber: Google |
Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan kasus yang menjerat Misbakhun Korupsi yang membuat Mukhamad Misbakhun harus menjalani
hukuman, tidak ada kaitannya dengan korupsi. Namun, kata dia, banyak masyarakat
menganggap itu sebagai kasus tentang Misbakhun
korupsi.
"Termasuk oleh SBY (Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Yusril, saat berada di acara launching
buku Misbakhun berjudul
"Melawan Takluk", Senin (15/10) di Jakarta.
Dijelaskan Yusril, motif politik
dalam kasus Misbakhun sudah sangat
jelas sekali. Dia menilai, kasus letter of credit yang dituduhkan kepada Kasus Misbakhun terlihat aneh. Seorang
komisaris perusahaan dituntut harus bertanggungjawab. “Ini terlalu jauh dalam
mengeluarkan L/C, komisaris pun dituduh ikut serta melakukan,” katanya.
Dia menegaskan, kasus Misbakhun itu pun terjadi karena Mukhamad Misbakhun sangat lantang
bersuara dalam mengungkap dan meminta skandal Bank Century dibawa ke ranah
hukum saat Misbakhun menjadi anggota
DPR. Menurut dia, sampai saat ini tidak ada kejelasan proses hukum kasus Bank
Centrury itu.
Yusril juga menegaskan, harusnya
putusan Peninjauan Kembali (PK), membatalkan putusan sebelumnya. Apa yang
didakwakan tidak ada yang terbukti, seperti yang telah dituduhkan kepada Misbakhun.
Dan itu membebaskan dan mendudukkan hak dan martabat ke posisi semula.
“PK tetap membatalkan kasasi dan
membebaskan serta mengembalikan ke posisi semula,” ujarnya.
Dia menegaskan, proses hukum yang
harus dijalani Misbakhun penuh
dengan rekayasa. “Semoga kasus Misbakhun
tidak terulang ke orang-orang lain,” tegasnya.
Sebelum launching buku itu digelar
teater yang menggambarkan detik-detik Kasus Misbakhun Korupsi dijadikan tersangka dan ditahan dalam kasus
dugaan LC fiktif Bank Century. Misbakhun
menegaskan, buku kriminalisasi terhadap dirinya merupakan noktah hitam
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. “SBY Demokrat sejati, taat hukum,
menjunjung Hak Asasi Manusia, tapi dalam kasus saya beliau terbukti melakukan
kriminalisasi,” ujar Misbakhun dalam
sambutannya. “Dan ini akan dicatat dalam sejarah pemerintahan SBY bahwa dalam
pemerintahannya beliau pernah memenjarakan seseorang yang namanya Misbakhun,” ungkap dia.
Mukhamad Misbakhun mengaku tegar saat dipenjara. Apalagi, ketika
keluarganya menerima semua itu. Karenanya, ia salut kepada anak dan istrinya.
“Itu merupakan energi positif bagi saya, bagaimana saya harus melawan.
Bagaimana strategi saya harus melawan,” katanya.

Komentar
Posting Komentar