Langsung ke konten utama

Wisata Halal? Kini Raja Ampat Berpotensi Jadi Wisata Halal

Sumber: Google
Indonesia baru saja memenangkan sebagai destinasi Halal di dunia yang dirilis oleh Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Tentu hal ini sangat membanggakan karena Indonesia sudah menduduki di posisi teratas bersama dengan Malaysia.

Sebelumnya, Indonesia juga memiliki 10 Destinasi Halal di berbagai provinsi yaitu, Lombok (NTB), Aceh, Jakarta, Sumatera Barat, Jogja, Riau & Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Riyanto Sofyan, Pengarah Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata mengatakan kalau Kemenpar selalu mendukung provinsi di Indonesia untuk dijadikan destinasi Halal selain ke 10 destinasi tersbeut.

"Bisa lebih dari 10. Kita terbuka dan jangan ragu. Misalnya untuk membranding menjadi destinasi wisata Halal. Justru itu akan memperluas pasar bukan mempersempit pasar," katanya saat ditemui AkuratTravel di acara Global Muslim Travel Index (GMTI) di Pullman, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Lanjut Riyanto, menurutnya selain 10 Destinasi Wisata Halal yang sudah dirancangan tersebut, adalah provinsi di Papua Barat yang memiliki potensi dan siap dijadikan destinasi wisata halal berikutnya.

"Di luar dari 10 destinasi wisata hal yang berpotensi kita bisa melihat Raja Ampat sebenarnya masuk juga. Raja Ampat salah satu yang berpotensi," tuturnya.

Menurutnya wilayah Raja Ampat ini selain keindahan alamnya yang menakjubkan yang setara dengan Maldive, ternyata di sana masyarakatnya mayoritasnya menganut agama Islam.

"Raja Ampat yang termasuk berpotensi. Karena di sana juga kan indah sekali. Saya pikir. Maldive kan juga termasuk destinasi wisata Halal. Raja Ampat jauh lebih indah. Dan, pada waktu Rakernas tahun lalu itu kan di Raja Ampat dan saya kebetulan hadir di sana. Jangan lupa di Raja Ampat ternyata juga mayoritasnya Muslim di sana. Jadi, environmentnya sudah halal lifestyle," tutupnya



Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akan Segera Serahkan Bukti

Serahkan bukti, MAKI desak KPK lanjutkan kasus Century akurat.co MAKI yang merupakan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman dan anak mantan Deputi Gubernur BI Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya, Nadia Mulya, siap mendatangi KPK untuk segera menyerahkan data dan fakta bukti untuk kasus Bank Century yang sudah melibatkan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). "Pada rabu siang, kami akan datangi kembali KPK guna menyerahkan dokumen bukti untuk kasus Century guna mempercepat penanganan perkara Century ," kata Boyamin Saiman. Bukti dan fakta tersebut harus segera diserahkan kepada pihak KPK , karena data ini sangat bagi MAKI . Data ini untuk memperkuat lagi praperadilan yang sudah dicantumkan di Pengadilan Negeri Pusat Jakarta Pusat. MAKI ingin mempraperadilankan kembali KPK karena putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel menentukan memerintahkan termohon ( KPK ) unt...

KABAR GEMBIRA PARA ARMY, BTS AKAN COMEBACK AGUSTUS 2018!

Kabar Gembira, Bangtan Boys Siap Comeback Album Repackage Agustus 2018 Para ARMY tengah menebak-nebak kapan kah idolanya akan mengeluarkan single terbarunya. Banyak ARMY yang menduga-duga BTS akan comeback pada bulan Agustus 2018.   Beberapa hari yang lalu Koreaboo telah memberitahukan bahwa dalam waktu yang dekat mereka akan meluncurkan album repackage berjudul Love Yourself: Tear. Dengan artinya mereka akan comeback pada 3 bulan lalu baru saja mengeluarkan album ketiganya.   Banyaknya informasi yang beredar soal comeback dan album repackaged BTS , Big Hit Entertainment memberikan tanggapannya.  Kabar ini pun langsung di bantah oleh pihak Big Hit Entertainment , Salah satunya mengatakan bahwa belum ada detail kejelasan mengenai album repackage.  Diketahui, mereka dikabarkan tengah melakukan penggarapan tahap akhir produksi pada album terbarunya. Baca selengkapnya... sumber :  akurat,co

Direksi dan Komisaris Diubah, Achmad Baiquni Masih Ditetapkan Sebagai Dirut BNI

Sumber: google.com RUPSLB PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (B BNI ) belum lama diselenggarakan, setelah sebelumnya Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara melakukannya juga. Dalam RUPSLB PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (B BNI ) itu, susunan direksi dan komisaris perseroan diubah. Namun, Achmad Baiquni masih ditetapkan sebagai Direktur Utama BNI . Adapun pergantian susunan pejabat BNI ialah, satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di BNI masih bertahan. "Kemudian (RUPSLB) memberhentikan dengan hormat saudara Catur Budi Harto dari jabatan sebagai direktur bisnis usaha mikro kecil dan menengah," kata Direktur Keuangan BNI Ario Bimo yang baru saja diangkat, di Jakarta, Jumat (30/8/2019). Sementara itu di jajaran komisaris ada pergantian Marwanto Harjowiryono ya...